Welcome

Assalamualaykum, Welcome To My Blog

Minggu, 26 Juni 2016

Percikan Permenungan 21 Ramadhan

Konon katanya, Rasulullah SAW seeing berkhotbah Jum'atan dengan surat yang ke-50. Surat Qaaf. Sebuah surat di antara suratan lainnya yang diawali dengan huruf. Kemudian, dilanjutkan dengan persumpahan.

Spesial tentu saja ini surat. Selain karena dimulai dengan sumpah juga dimulai dengan huruf pertama dari kata "Qur'an".

Tapi kemudian Allah tidak mengatakan isi sumpah seperti contohnya di surat Al-Asr. Allah justru mengalihkan pembicaraan ke lain soalan. Hal ini bisa saja karena memang Allah hanya ingin mengambil perhatian untuk kemudian mengatakan maksud dan tujuan yang sebenarnya yakni menceritakan pendustaan kebenaran.

Allah selanjutnya mengajak untuk memperhatikan langit, bagaimana Dia membangunnya, menghiasinya, tapi tidak terdapat retakan sedikit pun.

Saya sendiri sering melihat langit dan hampir setiap hari melihat langit-langit rumah. Untuk memasang lampu saja, langit-langit rumah harus dibolongin. Sedangkan, Allah memasang lampu yang tahan lama yakni matahari, tidak merusak satu apapun. Justru manusia yang membuat retak dengan membuat bolong lapisan ozon.

Terakhir, ayat yang seharusnya jadi dalil ayat pencinta alam,pendaki gunung dan anak-anak biologi,yakni Allah pancang di bumi gunung yang kokoh, yang di gunung tersebut tumbuh tanaman indah. Ya, sebut saja contohnya edelweiss. Makanya, kalo naek gunung jangan buang sampah sembarangan apalagi kemudian mengambil tanaman.

Mikirin Surat Qaaf ayat 1-7, karena kalo dibilang Tadabbur atau tafakkur terlalu berat kayaknya.

Depok, dipikirkan dari malam 21 Ramadhan, dituliskan sore 21 Ramadhan 1437 H.

Selasa, 07 Juni 2016

Ramadhan Proyektor

Tuhan membelenggu setan pada saat Ramadhan. Begitu sabda Sang Nabi. Maka, pada saat puasa seharusnya manusia menjadi sangat taat. Kita mendaras kitab suci, menyebut nama-Nya senantiasa, berdoa lebih lama dan berbagai macam hal yang membuat seolah bulan ini memang bulan pengabdian kepada Tuhan.

Namun pada realita nyata akhirnya, semua itu hanya teori di atas kertas semata. Qur'an hanya dibaca sekadarnya, tahajud terlewat begitu saja, berdzikir kembali hanya kalau ingat semata. Dan berbagai hal yang pada akhirnya puasa hanya makan dan minum saja, tidak berbeda.

Itulah Ramadhan sebagai proyektor kita. Jika, ketika bulan Ramadhan, tilawah 1 juz, maka kemungkinan besar di luar Ramadhan kita akan tilawah hanya setengah juz, saat bulan puasa kita tarawih hanya sesempatnya saja bisa jadi di luar bulan puasa tidak akan sholat malam sama sekali.

Musababnya apa? Padahal setan sudah dirantai, pintu surga terbuka lebar dan neraka dipersempit. Alasannya, karena pada bulan-bulan sebelumnya sudah terbiasa dengan setan yang membisikkan untuk tidak membaca Qur'an, sudah kerasan dengan tidur terlelap, sudah jamak dengan terlewat menyebutkan.

Maka, jika kita tidak mau usai Ramadhan ibadah kembali menjadi standar bahkan menjadi lebih buruk, silahkan naikkan ibadah dan perbaiki akhlak di Ramadhan ini agar menjadi lebih luar biasa.

Depok, 7 Juni 2016, 2 Ramadhan 1437.

*Disarikan dari nasihat usai Ashar Dr. Deddi Nordiawan di Wisatahati Center

Senin, 06 Juni 2016

Ramadhan Asing

Ramadhan ini beberapa yang kukenal sudah tiada. Mereka yang tidak bertemu bulan suci tahun ini yang kutahu dari mulai anak muda seusia sampai seorang legenda. Kita semua tahu kemarin; Sabtu, 4 Juni 2016, seorang legenda Amerika yang notabene seorang Muslim tidak bisa sampai ke bulan puasa ini. Hari ini, seorang saudara berpulang ke haribaan-Nya. Sungguh benarlah Firman Tuhan yang mengatakan tidak ada yang tahu batas ajal, bahkan ketika tadi di jalan pulang dari tukang cukur, aku mendengar pengumuman dari toa masjid/musholla sekitar ada lagi yang meninggal.

Ada dua pelajaran yang kuambil buatku pribadi. Pertama, bahwasanya tidak peduli kau seorang legenda atau hanya rakyat jelata maut tetap akan menjemput. Kedua, salah satu hikmah ditutupnya pengetahuan manusia tentang ajal adalah untuk melakukan sebaik-baik amal.

Aku prediksi akan berbeda tanpa mereka. Mereka yang biasanya ada sudah pergi untuk selamanya. Tapi seperti ungkapan klasik, "kehidupan harus terus berjalan."

Toh memang setiap puasa tidak pernah sama. Puasa tiap tahun tentu menghasilkan beragamnya pengalaman. Sebagian kemudian berkata, "Gua udah taraweh 20 tahun, gitu-gitu aja tidak berubah." Ya bagi yang seangkatanku, sekiranya rekan-rekanku ini sudah menjalani 600 rakaat taraweh, namun bagi mereka tidak ada yang istimewa.

Mengapa terjadi demikian?

Sederhana saja menurutku penyebabnya: suatu rutinitas yang tidak berubah-ubah dan dijalankan bertahun-tahun tanpa ada pemaknaan mendalam saat menjalaninya.
Aku sendiri secara pribadi tidak ingin sesuatu yang kujalani berlalu tanpa arti, makanya, aku menulis ini.

Ramadhan ini juga terasa asing bagiku yang sekarang. Tidak ada lagi tradisi yang biasanya ada. Tidak ada lagi rekan-rekan seperjuangan yang sepahaman. Akibat tidak adanya rasa yang bertenggangan.

Saat-saat seperti ini aku ingat akan dua perkataan, yakni yang pertama dari Kanjeng Nabi, "Islam memang datang dalam keadaan asing dan akan kembali asing." Lalu kata Soe Hok Gie, "Lebih baik terasing daripada menyerah oleh kemunafikan.

Semoga saja kita semua dikuatkan.

Senin, 22 Februari 2016

Tentang Film Ummi Aminah

1.film #UmmiAminah itu menceritakan tentang keluarga ustadzah terkenal yang bernama Ummi Aminah

film_indonesia FILM_Indonesia™
dengan suami & 7 anak-anaknya... "@JohanRio film #UmmiAminah itu menceritakan tentang keluarga ustadzah terkenal yang bernama Ummi Aminah

2.liat tweet dari @film_indonesia juga...film #UmmiAminah ini terbagi menjadi beberapa cerita kalau saya boleh bilang

3,dari mulai cerita anak tertuanya Umar sampai anak termudanya Ziah #UmmiAminah

4.nah dari cerita anak-anaknya inilah film terbangun #UmmiAminah

5.yg paling sedih kisahnya Zarika, yg sempet gak diridhoin dunia akhirat sama #UmmiAminah... kebayang gak kalo kita gak diridhoin ibu qt ?

6.asli ini kisah paling sedih,banyak banget yang nangis saat kisah Zarika gak diridhoin #UmmiAminah ini cc : @asmanadia @adeninadlan

7.dan banyak lagi sebenernya kisah sedih di film #UmmiAminah tapi menurut saya kisah Zarika tadi yang paling sedih

8.selain bisa bikin nangis,film ini juga bisa bikin berkata "so sweet" #UmmiAminah

9.saat Zainal dan Rini, sholat di waktu yg sama beda tempat(zainal di penjara), RIni sholat di kamar...what a sholeh couple #UmmiAminah

10.juga dialog2x lucunya si Zubaedah, bisa bikin ketawa #UmmiAminah

11.kualitas akting para pemain dari mulai Nany Wijaya, Paramitha Rusadi, sampai Zee Zee Shahab sangat totalitas #UmmiAminah

12.Pada akhirnya kalau anda suka Emak Ingin Naik Haji, Rumah Tanpa Jendela dan menangis menonton dua film itu maka #UmmiAminah bs membuat...

13.film #UmmiAminah bisa membuat anda menangis dan segera meminta maaf kepada ibu-bapak,kakak dan adik (keluarga) yang sudah mensupport kita

14.Itu tadi versi tweetnya, versi seriusnya baca Koran Jakarta, Sabtu,7-1-2012 yak :)

Jumat, 19 Februari 2016

Di Bawah Naungan Qur'an Yang Menenangkan

“Menyebarkan buah pikiran adalah tugas yang mulia, bukan menggapai kerakusan, bukan menggapai ketenaran" -Muhammad Quthb, Penulis asal Mesir-
Dengan Menyebut Nama ALLAH Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang
Hidup di bawah naungan Al-Qur'an adalah suatu nikmat. Nikmat yang tidak dimengerti kecuali oleh yang merasakannya. Nikmat yang mengangkat harkat usia manusia, menjadikannya diberkahi dan mensucikan manusia itu sendiri. -Sayyid Quthb, Penulis Kitab "Di Bawah Naungan Al-Qur'an”-

Kamis, 18 Februari 2016

Only One Second For God

image

Di Kantor, Sebelum Jumatan
Saya baru saja selesai membasuh beberapa anggota badan untuk Jum’atan ketika seorang rekan datang. Wajahnya tampak lesu. Setahu saya, ayahnya sedang sakit memang. Saya tidak menyadari bahwa ada kemalangan lain yang menimpanya, makanya saya mencoba membercandainya.
“Woi, Asep! Lemes amat kayak belom sarapan dan ditolak perempuan, hehehe.”
“Iya nih Bang Aji, saya lagi pusing dari kemarin.”
“Bapak masih sakit?”
“Iya, tapi ada lagi yang saya pikirin dan terus kepikiran dari kemarin.”
“Waduh, apa lagi Sep? Kalo mau cerita?”
Kemudian mengalirlah cerita kalau telepon genggam pintarnya baru saja kecopetan.
“Mana punya kantor lagi. Duh, lemes saya tidak habis pikir, padahal sampai saya mau turun dari bis, itu handphone masih ada terus saya juga sudah curiga dan sudah punya feeling dari awal.”
“Coba-coba cerita lagi pelan-pelan.”
“Jadi gini Bang Aji, dari awal saya udah curiga ‘kan ada orang dekat saya ngeliatin saya terus sambil makan gorengan. Saya sholawat terus, taawudz, baca Bismillahilladzi laa yadhurru dan seterusnya itu ‘kan. Sampe di tol Bekasi Timur, orang yang ngeliatin saya makan gorengan itu akhirnya turun duluan. Saya lega dan istighfar juga udah suudzon sama orang. Nah tapi, pas orang itu turun, ada orang lain yang naek, kemungkinan temennya. Tapi, saya waktu itu gak curiga udah lepas kan kewaspadaan saya. Orang yang baru naek ini anehnya dia berdiri di depan pintu terus, sekali lagi, waktu itu saya belum kepikiran kalo dia ternyata copetnya. Akhirnya udah sampe terminal Pulo Gadung, saya berdiri kan mau turun, saya periksa celana dan baju, masih ada tuh HP, terus pas mau nyampe pintu bus, orang yang dari tadi di pintu itu kayaknya mau turun, saya persilakan duluan eh dia gak turun-turun, kenek udah nyuruh saya cepet turun biar yang laen juga bisa saya jalan. Ya udah saya turun deh. Beberapa langkah saya jalan, saya raba lagi kantong baju dan kantong celana. DEG! Kok HP di kantong celana gak ada!! WADUH!!! Saya kecopetan ini!!!! Saya liat ke belakang, busnya udah jalan. YAAAH. Lemes saya langsung Bang Aji :(”
“Masya Allah, cuman dalam waktu beberapa detik yah…”
“Iya, Bang Aji :((”
Begitu luar biasa memang skenario Tuhan hanya dalam beberapa detik sesuatu yang masih dalam genggaman bisa hilang begitu saja.
Maka saya tetiba teringat kata-kata yang ditulis Stephen Covey:
“Bila Anda ingin tahu apa artinya waktu 1 tahun, tanyakan pada siswa yang tidak naik kelas.
Kemudian, bila Anda ingin tahu makna 1 bulan, tanyalah kepada ibu yang melahirkan prematur.
Lalu, bila Anda mau tahu makna 1 minggu, tanyalah seorang editor majalah mingguan.
Berlanjut, jika Anda ingin mengetahui makna 1 hari, tanyalah seorang yang bekerja dengan gaji harian.
Teruslah merenung, jika Anda ingin memahami makna 1 jam, tanyalah seorang gadis yang sedang menunggu kekasihnya.
Lanjutkan perenungan, jika Anda mau tahu makna 1 menit, tanyalah seorang yang ketinggalan kereta.
Ada lagi, kalau Anda mau tahu apa artinya 1 detik, tanyakanlah pada orang yang baru selamat dari kecelakaan.
Lanjut lagi, bila Anda ingin tahu apa artinya waktu 1 milidetik, tanyakan pada atlet lari sprinter 100 meter.
Terakhir, jika Anda ingin tahu tentang makna waktu dan hidup, tanyakan pada orang yang akan dihukum mati esok hari.” 
Saya kemudian merenung lagi, 3 jam sebelum Jum’atan, seorang teman lain baru saja mendapatkan kejutan tidak terduga.
Di Rumah Bos, Seusai Rapat Pekanan dan Makan
“Si Omesh mana ya?” Tanya Pak Deri, atasan kami.
“Biasa Pak, benerin pintu! Hehehe!!” Jawab kami ramai-ramai.
“Oh ya udah, kalau sampai jam 9 dia gak dateng berarti belum rezeki dia dan rezeki yang lain.”
Kami kemudian rapat satu divisi sejenak dua jenak, diteruskan dengan rapat pleno. Kemudian, setelah seusai rapat pleno, atasan kami membuat sebuah pengumuman:
“Bulan depan saya akan ke Eropa dan saya mengajak Mas Uli yang mendampingi saya.”
“Weee, selamat Mas Uli.” Ucap yang lain, Mas Uli hanya senyum dan terkekeh-kekeh, khasnya dia.
Saya kemudian tersadar seharusnya yang mendapatkan kesempatan pergi ke Eropa itu adalah Bang Omesh tetapi karena dia tidak datang akhirnya pilihan jatuh ke Mas Uli.
Saya merenungi dua peristiwa ini dan teringat kata-kata Umar Bin Khattab RA:
If something is meant to go elsewhere, it will never come your way, but if it is yours by destiny, from you it cannot flee” – Umar bin al Khattab.
Penutup: Kita tidak pernah tahu takdir mana yang akan diberikan Tuhan tugas kita hanya berjalan.
Semoga bermanfaat minimal tidak merugikan.
Depok, 5 Februari 2016
Postcript: semoga bisa rutin nulis lagi mulai sekarang

Senin, 01 September 2014

Surat Dari Kukusan Kepada Tuhan

Dear God,

Aku menulis surat ini dari Kukusan. Bukan, bukan, bukan alat untuk membuat kue bolu kukus walau usut punya usut asal mula nama tempat ini memang karena dulunya pada zaman penjajahan Belanda daerah ini terkenal dengan menghasilkan alat pengukus. Orang kemudian menyebut jika hendak pergi membeli kukusan kue berkata, "Gua mau bikin kue mangkanya gua kudu pegi ke kukusan nih." Begitulah, sejarah kisah mengapa nama tempat tinggalku saat ini dinamai Kukusan. Ah, tapi pasti Kau sudah tahu dan bahkan lebih tahu karena Engkau memang Maha Tahu.

Aku hanya ingin berterima kasih kepada-Mu melalui surat ini. Kau luar biasa baik sekali to the humankind. Aku tiada dapat menghitung entah sudah berapa banyak manusia yang terlupa khususnya aku akan hadirnya diri-Mu tetapi tiada sedetik pun Kau lupa kepada mereka khususnya diriku. Bahkan, jika aku, kami manusia, bersyukur sedikit saja,maka, Kau akan menambahkan hal-hal yang nikmat kepada kami tanpa batasan kami mampu mengetahuinya. Luar biasa.

Aku juga ingin meminta kepada-Mu duhai Tuhan Yang Maha Insomnia, Tuhan Yang Tidak Pernah Tidur. Ada beberapa karibku menyatakan perasaan dan pikirannya kepadaku bahwasanya mereka susah terlelap. Maka, Duhai Yang Maha Insomnia, aku tidak akan memohon kepada-Mu agar mereka dibuat lelap. Tidak, aku tidak akan meminta hal yang remeh temeh serta kecil tersebut. Aku hanya ingin meminta Kau untuk bermain bersama mereka di sendirinya malam-malam mereka. Ya, mereka memang lelaki jones, Kau tahu kepanjangannya jones kan? Bermainlah bersama mereka. Walau kutahu tanpa kupinta pun kau sudah memainkan skenario-Mu kepada mereka. Aku hanya ingin lebih afdhol saja.

Sekian Tuhan suratku.

Kukusan, Depok, 1 September 2014

Jumat, 15 Agustus 2014

Buah Kesabaran Sang Ular Yang Dicintai

Milan, 1187

Eriprando Visconti-Sang Bangsawan- harus bertempur melawan Sereceno-Sang Tukang Sihir-. Pertempuran hebat yang mempertunjukkan kehebatan masing-masing pihak. Keduanya ingin menguasai kota Milan. Visconti dengan kekuatan knightnya dan Sereceno dengan kekuatan sorcerernya.

Sereceno membombardir Visconti dengan serangan sihir-sihirnya. Namun, Visconti tetap bersabar dan setia menunggu kesempatan yang tepat untuk menyerang mengeluarkan jurus pamungkasnya. Sampai pada suatu kesempatan pertempuran Visconti melihat celah untuk menyerang Sereceno, Visconti menyerang dengan pedang sucinya tepat mengenai jantung Sereceno. Akhirnya Visconti menang. Dia membawa bukti tujuh mahkota ularnya Sereceno untuk diserahkan kepada Kepala Katedral kota Milan. Itulah buah dari kesabarannya menunggu dan setia bertahan. Lambat laun, mahkota-mahkota ular itu justru disimbolkan sebagai lambang kekuatan kota Milan.
***
Ada sebuah puisi dari Italia yang bercerita tentang kesetiaan seorang kekasih. Kesetiaan itu ibarat burung phoenix. Tiap orang tahu, burung phoenix itu ada. Tetapi tidak seorang pun dapat menangkapnya. Kalau demikian, di manakah dia ? Hidup dan mati, kemudian hidup kembalikah dia ? Tunjukkanlah dia padaku, maka aku akan berjanji setia padamu seumur hidupku.

Kata dongeng, burung phoenix itu berusia 500 tahun, lalu ia membakar dirinya dan dari abunya muncullah burung phoenix yang baru. Kesetiaan seorang kekasih itu seharusnya indah seperti burung phoenix. Kesetiaan itu gagal dan tenggelam menjadi abu, lalu dari sana ia harus menjadi kesetiaan yang baru.

Tetapi mana ada kesetiaan yang demikian indah ? Kesetiaan itu sulit dicari. Kalau pun ada, begitu ungkapan tifosi Inter Milan, ia hanya berada di kepala kami. Ya, kesetiaan pada il biscione la beneamata, kesetiaan pada ular yang dicintai, kesetiaan pada sesuatu yang sangat digemari.
***
Para tifosi Inter Milan harus menunggu lebih kurang selama 13 tahun untuk menikmati juara. Setelah terakhir kali mereka menikmatinya pada tahun 1989, waktu yang cukup lama untuk sebuah klub sepak bola besar seperti Inter Milan yang mempunyai pemain dan pelatih ditambah pendukung yang begitu setia mendampingi mereka bertanding.

Pernah suatu kali Inter kalah sangat telak melawan Milan. Tidak tanggung-tanggung 6-0 untuk Milan ! Betapa hancur hati para Internisti ketika itu. Namun, mereka tetap setia. Bahkan ketika di dekade 90-an mereka harus dengan sabar melihat Inter "hanya" memenangi piala UEFA tiga kali, kejuaraan yang kala itu masih merupakan kasta ketiga di ajang antarklub sepak bola Eropa, setelah Piala Champions dan Piala Winners. Sedangkan, rival-rival mereka seperti Milan dan Juventus bergantian menguasai Italia dan Eropa. Tetapi para tifosi nerazzuri tetap bersabar, mereka percaya bahwa suatu waktu sang Ular akan kembali berbisa, seperti Visconti yang tetap bersabar untuk menyerang Sereceno.

Hingga waktunya akhirnya tiba. Tahun 2006 skandal calciopoli memberikan keberkahan bagi para pewaris Visconti ini. Mereka juara lagi setelah 13 tahun tidak pernah kampiun. Mereka mengenakan perisai bendera Italia lagi. Mereka kembali dinisbahkan menjadi jawara Italia. Bak seperti mendapatkan kembali mahkota ularnya yang dengan itu kota Milan mempunyai kekuatan, Inter Milan kemudian menjelma menjadi penguasa Italia. Berturut-turut mereka menjadi juara Italia. Tidak tanggung-tanggung bahkan sampai lima kali berturut-turut ! Tidak ada klub di Italia yang pernah melakukan itu semenjak Liga Italia disebut sebagai kompetisi Serie A.

Sementara Presiden klub, Massimo Moratti, memuji para pemainnya setelah pencapaian yang luar biasa ini, namun juga menginginkan sesuatu yang lebih setelah aneksasi Italia oleh klubnya ini. Ya, Piala Champions ! Silverware yang ternyata lebih lama lagi tidak pernah lagi diboyong ke Appiano Gentille.

Ya, setelah semua kesabaran dan kesetiaan seluruh pendukung Il Biscione yang diwarisi dari Viscionti, berbuah lima gelar Juara Liga Italia beruntun dan tiga gelar Coppa Italia, mampukah pasukan yang diutus Jose "The Special One" Mourinho yang dikapteni Javier "Sang Traktor" Zanetti kembali menggenggam kuping lebar setelah 45 tahun ? Kapan lagi mereka dapat menghancurkan tentara bavaria, kecuali dalam final Piala Champions kali ini ? Bsakah Inter kembali dapat bermain, dengan semangat Visconti yang sabar bertahan dan menyerang pada saat yang tepat, seperti ketika mereka melawan para pemberontak Catalan-Barcelona ? Jawaban pertanyaan-pertanyaan itu akan kita saksikan di Madrid, tepatnya di Santiago Bernabeu tanggal 23 Mei 2010 mendatang.


*Artikel ini dibuat ketika Inter Milan berhasil menjuarai Liga Italia untuk lima kalinya secara beruntun sejak 2006 sampai 2010 dan Inter Milan akan menghadapi Bayern Muncih pada Final Piala Champions 2010

Kamis, 14 Agustus 2014

Pria Iberia Yang Dicinta Para Pecinta Yang Tercinta

Kira-kira pada tahun 200 Sebelum Masehi, Para Ksatria Romawi menjelajah semenanjung Iberia. Mereka memulai ekspedisi dari mulai Kartago sampai ujung semenanjung Iberia. Ekspedisi ini adalah langkah awal Romawi untuk menjadikan bangsa mereka bangsa paling hebat di seluruh Eropa. Namun, tak disangka tak diduga para ksatria Romawi ini bertemu dengan bangsa Barbar dan juga kaum Visigoth dari Bavaria. Pertarungan sengit terjadi kira-kira dari tahun 200 SM-183 SM antara Romawi melawan Barbar dibantu Visigoth, pertarungan yang dikemudian hari disebut dengan “Perang Punik”. Walau juga hancur lebur dan menyisakan sedikit sangat sedikit petarung Romawi menang, sehingga kemudian Kartago sampai semenanjung Iberia dikuasai Romawi.

Karena kemenangan ini Jenderal Decimus Junius Brutus Callaicus ditugaskan memerintah daerah jajahan baru ini. Dia memberi nama-nama ke wilayah-wilayah atau regional-regional yang menurutnya bisa dijadikan tempat tinggal orang-orang Romawi. Salah satu tempat itu kemudian ada yang bernama Portus Cale. 

Kemudian lambat laun Portus Cale berubah nama menjadi Portucale. Karena orang-orang yang tinggal di regional sana memberontak kepada Roma. Hingga akhirnya mereka membuat pemerintahan regional sendiri. Seiring berlangsungnya era merkantilisme berubahlah kembali nama Portucale menjadi Portugal atau penduduknya biasa disebut Portugis merujuk pada lidah orang-orang Turki yang berdagang kesana. Namun kesulitan berdialog karena lidah Arab mereka kurang cocok dengan pelafalan Portucale maka agar mudah Portucale disebut saja Portugis oleh orang-orang Turki.

Akhirnya karena orang-orang Turki memegang peranan penting sebagai peghubung jalur antara orang Asia dan Arab dengan orang Eropa diterimalah penyebutan Portugis ini. Hingga kemudian pada tanggal 5 Oktober 1910, berdirilah sebuah negara Republik Portugis, nama resmi dari Portugal sebenarnya.
****

Dari 200 SM hingga tahun 2010 M, artinya lebih dari 2200 tahun kemudian berselang setelah bangsa Romawi membuka lahan di semenanjung Iberia sana, muncullah orang Portugis yang lahir di kota Setubal yang memimpin klub sepakbola bangsa Romawi yang multinasional. José Mário dos Santos Félix Mourinho nama lengkap orang itu atau biasa disingkat hanya menjadi Jose Mourinho, seorang ahli psikologi dan manajemen yang menjadi pelatih sepakbola klub Internazionale Milan. Dia didatangkan dari Portugal demi sebuah misi yang tidak bisa dituntaskan oleh pelatih-pelatih sebelumnya dari mulai Roy Hodgson sampai Roberto Mancini tidak bisa menuntaskan misi ekspedisi penaklukkan Eropa. Raihan tertinggi Inter Milan di bawah pelatih-pelatih tersebut di kancah Eropa hanyalah torehan tiga Piala UEFA yang bahkan pada saat itu kelasnya di bawah Piala Winners, karena piala Super Eropa hanya mempertemukan juara Piala Champions melawan juara piala Winners.

Sang “Special One”, julukan Jose Mourinho, kemudian meramu segala pengetahuan yang dia punya. Dari mulai psikologi, manajemen, pengetahuan tentang tubuh manusia, pengetahuan populer dari mulai musik terbaru dan film terbaru hingga tentu saja taktik sepakbola dari mulai menyerang hingga bertahan. Di luar lapangan, dia memang seperti sosok bintang pop. Perkataan-perkataannya dikutip oleh media, diikuti oleh para pelatih lain, atau bahkan dianalisis oleh para ahli olahraga dan filsafat.

Namun, di dalam kamar ganti dan di lapangan, di samping sebagai pelatih yang selebritis, Mourinho adalah tiran yang keras, yang bisa memaksakan kehendaknya pada para pemainnya. Mourinho memang orang yang keras terhadap dirinya sendiri. Sebelum para pemainnya datang setap jam sembilan pagi, dia sudah datang jam tujuh pagi, ia membereskan segala hal, mulai dari menyusun program latihan, wawancara telepon sampai menentukan video pertandingan lawan yang akan ditonton “anak-anaknya”, dan diakhiri sarapan di kantin Appiano Gentille.
***
Kalau dahulu pada perang Punik, Ksatria Romawilah yang memimpin para pribumi Iberia untuk menaklukkan para ksatria Visigoth Jerman dan bangsa Barbar. Maka dalam Final Liga Champions 2010, orang keturunan Iberialah yang memimpin sebuah klub bangsa Romawi yang tidak menyertakan orang keturunan Romawinya di starting lineup, namun itu dapat diterima mengingat tujuan pendirian klub itupun untuk mengakomodasi segala kepentingan internasional-multikultural.

Dari mulai kiper orang Brazil, Bek ada yang dari Eropa Timur, hingga pemain kunci dari negeri Kincir Angin, kesebalasan yang akan menuntaskan misi penaklukkan Eropa setelah 45 tahun. Dan seperti cerita Perang Punik jugalah akhir kisah Final Liga Champions 2010. Italia mengalahkan Jerman. Internazionale Milan mengalahkan Bayern Muenchen, lewat sepasang tendangan yang menjebol pertahanan klub Bavaria tersebut. “Bermain tanpa kompromi, bertahan diri dan bersabar untuk menyerang sehingga kita menang, itulah cara meraih kemenangan Inter”, kata Mourinho suatu ketika.

“Sungguh tidak dapat dipercaya. Selama 45 tahun sebelumnya kami hampir kehilangan segala harapan untuk menjuarai Liga Champions namun, malam ini kami yakin dan kami sadar bahwa kami telah juara Liga Champions dan semua itu berkat orang Portugal tersebut”, sebut Asisten Manajer Inter, Giussepe Baresi yang merupakan Interisti sejati dan juga menghabiskan karir pemainnya di Inter Milan dari tahun 1980-1992.

Berlebih-lebihan mungkin apa yang dikatakan Giussepe Baresi. Singkat kata, sebenarnya Inter Milan hanya membutuhkan mitos, figur legendaris, dan itu adalah Mourinho. Tidak mungkin sepak bola tanpa mitos. Maka ketika Jose Mourinho dikabarkan akan hengkang, sebagian besar Interisti tentu saja dilanda kecemasan. Dalam penyambutan kedatangan Inter di bandara Malpensa Milan, para suporter membentangkan spanduk : “Jangan Pergi Mou ! Di sini kau masih bisa mencari tantangan. Pecahkan rekor Barcelona misalnya.”Ini menunjukkan bahwa pria asal semenanjung Iberia tersebut sangat dicinta para pecinta La Beneamata.

Namun ternyata Mourinho tidak ada dalam rombongan. Dikabarkan dia masih di Madrid untuk membicarakan masa depannya dengan Real Madrid. Entah berita itu benar atau tidak, yang pasti seluruh Interisti harus mengucapkan : Grazie Mou ! Terima Kasih Mou !

*Artikel ini dibuat setelah Inter mengalahkan Bayern Munchen 2-0 dalam Final Liga Champions 2010...

Minggu, 06 April 2014

Mengapa Saya Memilih Mereka?

Saya ternyata sudah semakin lama saja meninggalkan blogspot ini. Padahal dalam tulisan terakhir, yakni "Kembali Ke Khittah", saya sudah berjanji akan lebih sering mengisinya dengan hal yang lebih serius dibandingkan dengan tumblr. Tumblr akan lebih banyak diisi quote atau kutipan atau tulisan apa pun yang ringan sedangkan blogspot akan mendominasi tulisan politik, pandangan hidup dan hal-hal yang lebih serius. Maka, sesuai janji saya Insya Allah mulai hari ini dengan diawali posting-an ini akan menulis ideologi, sikap dan otak saya terhadap politik dan segala permasalahan sosial yang terjadi di Indonesia.

"Berbahagialah mereka yang tak tahu politik. Berbahagialah mereka yang tak tahu arti kebahagiaan. Lebih berbahagia lagi mereka yang tahu politik dan mau berpolitik untuk menjinakkan politik. Karirnya sebagai penjinak politik. Mengapa orang begitu sinis dengan politik? Barangkali karena kecewa dengan ulah para politisi." (KH. Rahmat Abdullah)

Saya sudah menentukan pilihan akan mencoblos sebuah partai dan tiga orang calon legislatif pada Pemilihan Umum Legislatif 9 April 2014 tiga hari lagi. Seperti yang tertulis dalam status Facebook saya dua kali, tanggal 3 April 2014 dan sebelumnya lagi tanggal 21 Maret 2014, bahwa saya akan memilih Partai Keadilan Sejahtera dengan rincian mencoblos Hidayat Nur Wahid untuk DPR karena saya Daerah Pemilihan (Dapil) DKI Jakarta II (Jakarta Selatan, Jakarta Pusat dan Luar Negeri), kemudian memberikan suara saya kepada Ade Suherman untuk DPRD sebab saya berada di Dapil DKI Jakarta 8 (Kecamatan Jagakarsa, Mampang Prapatan, Pancoran, Pasar Minggu dan Tebet) dan terakhir membubuhkan paku pada kertas pemilihan DPD Dapil Provinsi DKI Jakarta di nomor urut tiga yakni kepada Ustadz yang sangat saya hormat yakni Ustadz Abdi Sumaithi also known as (a.k.a) Abu Ridho.

Alasannya bisa dibilang emosional semua. Saya tidak keberatan dibilang bukan pemilih rasional. Karena menurut saya justru politik adalah hal yang paling emosional sehingga rasional adalah omong kosong belaka. Pemilih yang rasional itu hanya mencoba merasionalkan alasan emosionalnya. Untuk hal ini lebih lanjut besok atau lusa saya tulis lagi, karena pada tulisan ini saya hanya ingin bilang alasan saya memilih PKS dan ketiga caleg tersebut.

PKS menjadi pilihan. Saya pikir sudah terlalu banyak alasannya. Saya tidak ingin menambahkan lagi alasan-alasan lain, kalau masih butuh juga adalah karena pandangan politik, preferensi politik lalu kemudian menjadi identitas politik saya adalah Partai Keadilan Sejahtera. Tidak lebih dan tidak kurang.


Mengapa Hidayat Nur Wahid? Ada dua orang caleg yang saya kenal secara personal yang pertama adalah Bapak Misbakhun dan Ustadz HNW. Misbakhun sudah terkenal menjadi inisiator Hak Angket Kasus Century yang kemudian malah dijebloskan ke penjara oleh penguasa. Saya sempat menjadi bawahannya dan mengetahui betul dia bersih bahkan gajinya di DPR semuanya diberikan ke konstituennya di Pasuruan sana karena dia sudah kaya dan berduit hasil dari usahanya. Saya tidak mungkin memilih Pak Mis karena dia bukan di Dapil saya. Lalu yang kedua, Ustadz HNW, saya pertama kali mengenal secara personal dia sebenarnya sejak saya di tingkat akhir kuliah tahun 2010 ketika beliau mengisi sebuah acara di UI. Dia menolak pemberian panitia dan malah memberikan sejumlah dana tambahan untuk panitia. Sungguh sosok yang sangat baik. Saya semakin mengenal beliau ketika maju menjadi Calon Gubernur DKI Jakarta tahun 2012. Saya menjadi salah satu Tim Suksesnya dan semakin melihat bahwa Beliau sangat berhati-hati dengan segala pemasukan dana dan pemberian barang. Bahkan, pernah Asisten Pribadi beliau mendapat sejumlah uang dan barang, dia bertanya, "Untuk apa ini?" Asprinya menjawab, "Untuk bantu-bantu, Stadz!" Ustadz bertanya lagi, "Dari siapa?" Asprinya merespon lagi, "Dari Si Anu, Stadz!" Sontak Ustadz langsung memerintahkan agar tidak diambil dan dikembalikan saja, "Kembalikan!" Maka, saya yakin dia adalah salah satu sosok yang masih terjaga dan menjaga di PKS. Belum lagi pendidikannya yang sudah Doktor. Satu lagi, saya bisa mengakses ke beliau kalau ada hal yang ingin disampaikan sehingga saya bisa meminta pertanggungjawaban suara saya, seperti yang dibilang saudara saya, Muhammad Akhyar, bahwa politik demokrasi bukan hanya mencoblos melainkan juga memonitor pergerakan dan langkah sang anggota legislatif yang kita coblos.

Lalu, Ade Suherman? Alasannya mungkin primordial. Dia berasal dari Jagakarsa! Sedangkan, caleg DPRD lain untuk Dapil 8 dari PKS tidak ada yang beralamat di Jagakarsa. Sebenarnya, ini penting juga karena dengan demikian saya sekali lagi bisa meminta pertanggung jawaban atau mengalamatkan suara kepentingan masyarakat Jagakarsa sebagai konstituennya. Alasan lainnya juga adalah saya bisa mengaksesnya secara pesonal sebagai salah seorang kader Jagakarsa. Pendidikannya juga baik, sebagai salah seorang Sarjana Komputer tentu Ustadz Ade Suherman adalah orang cerdas.



Terakhir Abdi Sumaithi. Penyebabnya hampir sama kenapa saya memilih Ustadz Ade Suherman, yakni Ustadz Abu Ridho rumahnya dekat dengan saya di Kelurahan Srengseng Sawah. Maka, adalah sebuah kebanggaan tersendiri jika warga Srengseng Sawah mempunyai seorang Senator dari wilayahnya. Alasan lain yang mungkin lebih rasional adalah intelektualitas politik seorang Ustadz Abu Ridho, Serial Siyasah Islamiyah alias Politik Islam terbitan Syaamil adalah rujukan saya ketika kuliah dan berkenalan dengan yang namanya siyasi (Politik). Belum lagi buku-buku terjemahannya dari mulai "Fiqih Dakwah" karya Musthafa Masyhur sampai "Tafsir Islam Atas Realitas" karya syaikh yang baru saja wafat, Muhammad Quthb, membuat diri saya tidak ragu lagi memilih dirinya. Satu lagi dia pernah mengisi acara di UI. Ini link videonya yang saya rekam dan saya upload di Facebook saya: 


Demikian, alasan pilihan saya.

Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Kotamadya Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta.

6 April 2014.